PENGARUH TIMBAL BALIK SEKOLAH DAN MASYARAKAT

  1. A.          Latar Belakang

Pendidikan sebagaimana diisyaratkan oleh UUD 1945 pasal 31 diharapkan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, harus tetap dapat dipertahankan dan diperjuangkan. Sementara bangsa ini mengalami transisi politik dan sosial terutama ditandai perubahan struktur kenegaraan yaitu otonomi daerah.

Undang-Undang RI nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang mengubah paradigma pemerintah dari serba terpusat menjadi tersebar ke tingkat kabupaten/kota telah memunculkan tafsir yang beragam. Bagi daerah yang kaya akan sumber daya alam akan memiliki apresiasi yang tinggi terhadap sektor pendidikan dan akan menempatkannya pada prioritas tinggi yang diwujudkan pada proporsi anggaran pendidikan yang cukup tinggi pula.

Lembaga-lembaga pemerintahan yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan menjadi kurang efektif karena bukan hanya terdapat dualisme antara pemerintahan pusat dan daerah, juga disebabkan kemampuan dan wewenang lembaga-lembaga pemerintahan tersebut menjadi kabur dan tumpang tindih.

Bidang pendidikan dan kebudayaan sebenarnya sudah dapat dilaksanakan pada tingkat kabupaten, oleh karena kegiatan pendidikan yang berakar kepada kebudayaan telah hidup didalam masyarakat sendiri. Pendidikan yang benar adalah pendidikan yang hidup dari dan untuk masyarakat.

Konsep pendidikan berbasis masyarakat muncul diilhami oleh adanya potensi yang besar dalam masyarakat untuk menyelenggarakan pendidkan yang sesuai dengan kebutuhan setempat dengan mengandalkan kekuatan dan sumber daya yang digali dari masyarakat. Dalam khazanah bangsa kita, sudah sejak lama berkembang lembaga-lembaga pendidikan tradisional seperti pesantren yang tumbuh dan berkembang secara mandiri.

Pada umumnya lembaga pendidikan tradisional memang sangat lemah dengan jumlah siswa yang terbatas. Akan tetapi, dewasa ini sudah banyak yang berkembang pesat dan modern seperti Sekolah Islam Terpadu. Sumber daya yang diperlukan digali dan dikembangkan dari potensi lokal dengan melibatkan peran serta masyarakat sekitar secara lebih nyata. Aktivitasnya juga berkembang, tidak hanya berupa kegiatan pendidikan, tetapi juga kegiatan ekonomi produktif. Dari hasil kegiatan ekonomi yang produktif itulah kebutuhan dana pendidikan dipenuhi. Dalam kegiatan ekonomi ini, siswa juga dilibatkan sehingga mereka tidak hanya menuntut ilmu tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat digunakan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan setelah tamat nanti.

Pendidikan mempunyai dampak peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat. Adanya hubungan positif antara tingkat kesejahteraan suatu masyarakat dengan status pendidikan yang dimilikinya. Masyarakat yang berpendidikan mempunyai kemampuan untuk menentukan pilihan dan mempunyai keberdayaan untuk meningkatkan derajat kehidupan.

  1. B.           Rumusan Masalah
  2. Bagaimanakah pengaruh timbal balik sekolah dan masyarakat ?
  3. 2.      Apakah pengaruh timbal balik sekolah dan masyarakat dapat saling berkontribusi untuk kemajuan sekolah dan bermanfaat bagi masyarakat ?

 

 

 

 

  1. C.          Tujuan dan Manfaat

Adapun Tujuan dan Manfaat dari penulisan ini adalah:

  1. Dapat menjelaskan Pengaruh timbal balik sekolah dan masyarakat.
  2. Dapat menggambarkan manfaat pengaruh timbal balik sekolah dan masyarakat untuk kemajuan sekolah dan bermanfaat bagi masyarakat.
  1. D.          Pembahasan

Secara umum dapat dikatakan bahwa masyarakat adalah kelompok social antar manusia yang tinggal disuatu tempat dan mempunyai tujuan tertentu, mempunyai norma yang disepakati bersama. Unsur-unsur pokok dalam masyarakat(http://7assalam9.wordpress.com)

Adanya unsur kelompok manusia yang bertempat tinggal didaerah tertentu

  1. Mempunyai tujuan yang sama
  2. Mempunyai nilai-nilai dan norma-norma yang ditaati bersama
  3. Mempunyai perasaan, baik suka maupun duka
  4. Mempunyai organisasi yang ditaati

Dilihat dari konsep pendidikan, masyarakat adalah sekumpulan orang dengan berbagai ragam kualitas diri mulai dari yang tidak berpendidikan sampai dengan yang berpendidikan tinggi. Sementara itu, dilihat dari lingkungan pendidikan, masyarakat disebut lingkungan pendidikan nonformal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan terencana kepada seluruh anggotanya, tetapi tidak sistematis.Tanpa dukungan masyarakat, pendidikan tidak akan berhasil dengan maksimal. Sekarang hampir semua sekolah mempunyai komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah, sebab masyarakat dari berbagai lapisan sosial ekonomi sudah sadar betapa pentingnya dukungan mereka untuk keberhasilan pembelajaran di sekolah.

Mohammad Noor Syam, dalam bukunya Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila, mengemukakan bahwa hubungan masyarkaat dengan pendidikan sangat bersifat korelatif, bahkan seperti telur dengan ayam. Masyarakat maju karena pendidikan dan pendidikan yang maju hanya ditemukan dalam masyarakat yang maju pula. Sementara itu, Sanafiah Faisal (http://arisandi.com) mengemukakan bahwa hubungan antar sekolah (pendidikan) dengan masyarakat paling tidak, bisa dilihat dari dua segi berikut :

  1. Sekolah sebagai patner masyarakat di dalam melaksanakan fungsi pendidikan. Dalam konteks ini, berarti keduanya yaitu sekolah dan masyarakat dilihat sebagai pusat-pusat pendidikan yang potensial dan mempunyai hubungan yang fungsional.
  1. Fungsi pendidikan di sekolah sedikit banyak dipengaruhi pula oleh corak pengalaman seseorang di lingkungan masyarakat

Pengalaman pada berbagai macam kelompok pergaulan di dalam masyarakat, jenis bacaan, tontonan, serta aktifitas-aktifitas  lainnya di tengah masyarakat.

Kesemuanya membawa pengaruh terhadap fungsi pendidikan yang dimainkan oleh sekolah terhadap diri seseorang. Kondusif tidaknya dan positif tidak pengalaman. seseorang di lingkungan masyarakat tidak dapat dielakan pengaruhnya terhadap keberhasilan fungsi pendidikan di sekolah. Karena hal itulah, maka sekolah juga berkepentingan dengan perubahan lingkungan seseorang ditengah-tengah masyarakat, antara lain bisa dilakukan dengan melalui fungsi layanan konseling, penciptaan forum komunikasi antara organisasi sekolah dengan lembaga-lembaga lainnya di masyarakat. Sebaliknya, partisipasi secara sadar dari seseorang untuk senantiasa belajar dari lingkungan masyarkat, sedikit banyak juga ditentukan oleh tugas-tugas belajar serta pengarahan belajar yang dilancarkan di sekolah.

  1. Fungsi pendidikan di sekolah akan dipengaruhi oleh sedikit banyaknya serta fungsional tidaknya pendayagunaan sumber-sumber belajar di masyarakat. Kekayaan sumber-sumber belajar ditengah masyarakat seperti adanya perpustakaan umum, adanya museum, adanya kebun binatang, adanya peredaran koran dan majalah serta sumber-sumber belajar lainnya, disamping berfungsi sebagai medium pendidikan bagi masyarakat luas, sumber-sumber tersebut juga bisa berfungsi pula untuk didayagunakan bagi fungsi pendidikan sistem persekolahan. Pendayagunaan sumber-sumber belajar di masyarkat bagi kepentingan fungsi pendidikan di sekolah, peningkatannya bisa dilakukan dengan jalan penentuan strategi belajar mengajar yang mengaktifkan keterlibatan mental siswa di dalam mengkaji sumber-sumber belajar di lingkungannya, sebaliknya gerakan-gerakan pendidikan yang diorganisasi di tengah-tengah masyarakat (pendidikan luar sekolah), fungsi dari pendidikan di masyarakat itu juga bisa dan fungsional jika mendayagunakan sumber-sumber sekolah  berupa guru, gedung, serta perlengkapan lainnya.
  1. 2.      Sekolah sebagai prosedur yang melayani pesan-pesan penddikan dari masyarakat dan lingkungannya.

Berdasarkan hal ini, berarti antara masyarakat dengan sekolah memiliki ikatan hubungan rasional berdasarkan kepentingan di kedua belah pihak. Berkenaan dengan sudut pandang tersebut, berikut ini dideskripsikan tentang hubungan rasional dimaksud:

  1. Sebagai lembaga layanan terhadap kebutuhan pendidikan masyarakatnya, sekolah sudah tentu membawa konsekuensi-konsekuensi konseptual dan teknis sehingga berkesesuaian antara fungsi pendidikan yang dimainkan oleh sekolah dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.
  2. Akurasi sasaran atau target pendidikan yang ditangani oleh lembaga atau organisasi persekolahan, akan ditentukan pula oleh kejelasan formulasi kontrak antara sekolah (selaku pelayan) dengan masyarakat (selaku pemesan).
  3. Penuaian fungsi sekolah sebagai pihak yang dikontrak untuk melayani pesanan-pesanan pendidikan oleh masyarakat, sedikit banyak akan dipengaruhi oleh ikatan-ikatan objektif diantara keduanya.

Masyarakat dalam konteks penyelenggaraan pendidikan itu sendiri besar sekali perannya. Bagaimanapun kemajuan keberadaan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh peran serta masyarakat yang ada. Berikut ini adalah beberapa peran dari masyarakat terhadap pendidikan (sekolah).

  1. Masyarkat berperan serta dalam mendirikan dan membiayai sekolah
  2. Masyarakat berperan dalam mengawasi pendidikan agar sekolah tetap membantu dan mendukung cita-cita dan kebutuhan masyarakat
  3. Masyarakat ikut menyediakan tempat pendidikan seperti gedung-gedung museum, perpustakaan, panggung-panggung kesenian, kebun binatang dan sebagainya.
  4. Masyarakat meyediakan berbagai sumber untuk sekolah. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu masalah yang sedang dipelajari anak didik..
  5. Masyarakat sebagai sumber pelajaran atau laboratorium tempat belajar.

Dengan demikian, jelas sekali bahwa peran masyarakat sangat besar terhadap pendidikan sekolah. Untuk itu, sekolah perlu memanfaatkannya sebaik-baiknya, paling tidak bahwa pendidikan harus dapat mempergunakan sumber pengetahuan yang ada di masyarakat dengan alasan sebagai berikut.

  1. Dengan melihat apa yang terjadi di masyarakat, anak didik akan mendapatkan pengalaman langsung hingga mereka dapat memiliki pengalaman yang konkret dan mudah di ingat.
  2. Pendidikan membina anak-anak yang berasal dari masyarakat, dan akan kembali ke masyarakat.
  3. Di masyarakat banyak sumber pengetahuan yang mungkin guru sendiri belum mengetahuinya.
  4. Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan orang-orang yang terdidik dan anak didik pun membutuhkan masyarakat.

Pendidikan selalu diarahkan untuk pengembangan nilai-nilai kehidupan manusia. Di dalam pengembangan nilai ini, tersirat pengertian manfaat yang ingin dicapai oleh manusia di dalam hidupnya. Jadi, apa yang ingin dikembangkan merupakan apa yang dapat dimanfaatkan dari arah pengembangan itu sendiri.

Kendatipun demikian, pendidikan tidak bisa lepas dari efek-efek luar yang saling mempengaruhi keberadaannya, terutama bagi masyarakat sekitarnya yang mempunyai hubungan saling ketergantungan.

Dalam hal pengaruh sekolah terhadap masyarakat pada dasarnya tergantung kepada luas tidaknya produk serta kualitas output pendidikan (sekolah) itu sendiri.

Semakin besar output sekolah tersebut dengan disertai kualitas yang mantap, dalam artian mampu mencetak sumber daya manusia (human resources) yang berkualitas, maka tentu saja pengaruhnya sangat positif bagi masyarakat.

Ada 4 macam yang bisa dilakukan oleh sekolah terhadap perkembangan pengaruh tersebut :

  1. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Kecerdasan masyarakat dapat dikembangkan melalui pendidikan baik formal, nonformal, maupun informal. Sekolah merupakan pelaksana pendidikan formal paling tepat karena programnya lebih ideal dibandingkan lembaga pendidikan yang lain.

  1. Membawa pembaharuan bagi perkembangan masyarakat

Kualitas hidup masyarakat meningkat bila mereka tidak statis melainkan dinamis bermunculan adanya pembaharuan, penemuan-penemuan baru baik ilmu pengetahuan maupun teknologi. Penemuan dapat terjadi di masyarakat dan dapat juga di sekolah. Namun sudah menjadi tugas dan kewajiban sekolah untuk memperluaskan hasil penemuan dan pembaharuan tersebut

  1. Melahirkan warga masyarakat yang siap dan terbekali bagi kepentingan kerja di lingkungan masyarakat.
  2. Melahirkan sikap positif dan kontruktif bagi warga masyarakat, sehingga tercipta integrasi sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Sekolah merupakan salah satu lembaga masyarakat yang didalamnya terdapat reaksi dan interaksi antara warga sekolah. Warga sekolah meliputi guru, murid, tenaga administrasi serta petugas sekolah.

Sebagai salah satu lembaga masyarakat maka sekolah perlu memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
  2. Metode yang digunakan harus mampu merangsang kehidupan riil dalam masyarakat.
  3. Menumbuhkan  sikap pada murid untuk belajar dan bekerja dari kehidupan.
  4. Sekolah harus selalu berintegrasi dengan kehidupan masyarakat, sehingga kebutuhan keduanya terpenuhi.
  5. Sekolah seharusnya dapat mengembangkan masyarakat dengan cara mengadakan pembaruan tata kehidupan masyarakat.

 

  1. E.           Kesimpulan
  1. Masyarakat adalah sekumpulan orang yang tinggal disuatu tempat dengan beragam kualitas dan mempunyai tujuan tertentu dan  norma yang disepakati bersama.
  2. Kemajuan suatu lembaga pendidikan ditentukan oleh peran masyarakat baik dalam mendirikan, membiayai, mengawasi, maupun menyediakan sarana pendidikan.
  3. Pendidikan diarahkan untuk mengembangkan nilai-nilai kehidupan manusia berupa manfaat yang ingin dicapai manusia dalam kehidupnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

A. Suhaenah Suparno, Abdul Malik Fajar dkk, Pendidikan Untuk Masyarakat   Indonesia baru, PT. Gramedia Widiasarana, Jakarta, 2002.

H.A.R. Tilaar, Paradigma Baru Pendidikan Nasional, Rineka Cipta, Jakarta, 2004.

 

http://arisandi.com

http://7assalam9.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: