LANDASAN POLITIK PENDIDIKAN DAN LANDASAN EKONOMI PENDIDIKAN

  1. A.    Latar Belakang

 

Pendidikan adalah salah satu pilar kehidupan bangsa.masa depan suatu bangsa bisa diketahui melalui sejauh mana komitmen masyarakat, bangsa atau pun negara dalam menyelenggarakan Pendidikan Nasional.

Dalam Pembukaan  Undang-Undang Dasar 45 menyatakan” Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia, yang melindungi segenap bangsa, seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa…”. Jadi jelas pendidikan menjadi salah satu dari tujuan bangsa ini.

Sementara dalam Undang-Undang Dasar 45 pasal 31 ayat 4 memperjelas bahwa anggaran penyelenggaraan Pendidikan Nasional minimal sebesar 20 % diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Secara ideal, penyelenggaraan Pendidikan Nasional seperti dilukiskan dalam konstitusi di atas. Namun dalam realitasnya justru mengatakan lain. Pendidikan Nasional semakin menyimpan banyak persoalan dan sampai sekarang belum terselesaikan.

Selain masalah politik, masalah ekonomi juga banyak membuat pertentangan. Pemerintah Indonesia mengutamakan pembangunan ekonomi, karena selain ekonomi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, juga agar tidak kalah bersaing dalam era globalisasi ekonomi. Perkembangan ekonomi berpengaruh pula dalam bidang pendidikan, sehingga tidak heran tujuan  kebanyakan orang bersekolah adalah untuk mencari uang atau meningkatkan penghasilan. Akibatnya masyarakat di perkotaan  menjadi super sibuk untuk mencari uang dalam urusan bisnis.

B.  Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pengaruh politik dan ekonomi dalam pendidikan ?
  2. 2.      Apakah peran politik dan ekonomi dalam pendidikan ?

 

C.  Tujuan dan Manfaat

Adapun Tujuan dan Manfaat dari penulisan ini adalah:

  1. Dapat menjelaskan pengaruh politik dan ekonomi dalam pendidikan.
  2. Dapat menggambarkan peran politik dan ekonomi dalam penddikan.

D.  Pembahasan

 

1. Pengertian Landasan Pendidikan

            Landasan mengandung arti sebagai alas, dasar, tumpuan, fondasi. Jadi landasan adalah suatu alas atau  pijakan dari sesuatu hal. Sedangkan pendidikan menurut UU nomor 20 tahun 2003 didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan masyarakat, bangsa dan negara. Jadi landasan pendidikan adalah seperangkat asumsi yang dijadikan titik tolak dalam rangka pelaksanaan  pendidikan.

2. Fungsi Landasan Pendidikan

Landasan Pendidikan memilki fungsi bagi para pendidik dan atau tenaga kependidikan, dan para ahli pendidikan. Bagi para pendidik, landasan pendidikan berfungsi sebagai titik tolak, acuan dalam rangka melaksanakan tugas profesionalnya merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pendidikan. Bagi tenaga kependidikan, landasan pendidikan juga berfungsi sebagai tempat berpijak atau dasar dalam melaksanakan tugas profesionalnya, seperti mengembangkan kurikulum, melaksanakan penelitian dan pengembangan pendidikan, dan mengelola pendidikan. Dengan kata lain fungsi landasan pendidikan adalah sebagai dasar pijakan atau titik tolak praktek pendidikan dan atau studi pendidikan

3. Jenis Landasan Pendidikan

Landasan Pendidikan terbagi dalam dua kategori, yaitu landasan ideal dan landasan factual. Landasan ideal adalah konsep-konsep, prinsip-prinsip atau teori-teori yang seharusnya dan sifatnya normatif yang menjadi acuan dalam rangka pendidikan. Landasan ideal terdiri dari landasan religi pendidikan, landasan filosofi pendidikan, dan landasan yuridis pendidikan. Sedangkan landasan factual adalah konsep-konsep, prinsip-prinsip atau teori-teori yang dihasilkan melalui kajian empirik atau ilmiah yang menjadi titik tolak dalam rangka pendidikan. Landasan factual terdiri dari landasan psikologi pendidikan, landasan sosiologi dan antropologi pendidikan, landasan histori pendidikan, landasan manajemen pendidikan, landasan politik pendidikan dan landasan ekonomi pendidikan.

3.1 Landasan Politik Pendidikan

Era reformasi melahirkan keterkejutan budaya, bagaikan orang yang terkurung dalam penjara selama puluhan tahun kemudian melihat tembok penjara runtuh. Mereka semua keluar mendapati pemandangan yang sangat berbeda, kebebasan dan keterbukaan yang nyaris tak terbatas. Suasana psikologis eforia itu membuat masyarakat tidak bisa berfikir jernih, menuntut hak tapi lupa kewajiban, mengkritik tetapi tidak mampu menawarkan solusi.

Masyarakat pendidikan tersadar bahwa SDM produk dari sistem pendidikan nasional kita tidak bisa bersaing dalam persaingan global sehingga kita hanya mampu mengekspor tenaga kerja PRT, sebaliknya tenaga skill pun di dalam negeri harus bersaing dengan tenaga skill dari luar.

Dibutuhkan keputusan politik dan kemauan politik yang sungguh-sungguh untuk mengubah sistem pendidikan di Indonesia menjadi pembangun budaya bangsa. Sayang ahli-ahli pendidikan kita lebih berorientasi kepada teksbook dibanding melakukan ujicoba sistem di lapangan.

Pendidikan bermutu memang mahal, tetapi kenaikan anggaran pendidikan di APBN menjadi 20 % pun tidak banyak membantu jika kreatifitas Depdiknas, hanya pada proyek-proyek pendidikan bukan pada pengembangan pendidikan. Namun dalam kenyataannya tidak menunjukkan suatu relevansi yang nyata. Bahkan riil, anggaran pendidikan hanya berkisar 10% dari APBN, dan itu pun hanya untuk membiayai anggaran rutin seperti penyediaan alat-alat belajar, gaji guru dan karyawan dan sebagainya.

Swasta mempunyai peluang untuk melakukan inovasi pendidikan tanpa terikat aturan birokrasi yang jelimet, tetapi menjadi sangat menyedihkan ketika dijumpai banyak lembaga pendidikan swasta yang orientasinya pada bisnis pendidikan. Sekolah-sekolah international diperlukan sebagai respon terhadap globalisasi, tetapi pembukaan sekolah international oleh asing sangat riskan dari segi budaya bangsa karena filsafat pendidikannya berbeda.

Penyelenggara pendidikan di negara maju memahami persis bahwa fitrah manusia memang berbeda-beda, sebagaimana halnya sifat alam. Penghargaan akan talenta dan keunikan SDM dihargai sedemikian tinggi sehingga tidak heran apabila atlet atau penyanyi memiliki penghasilan berkali lipat lebih besar daripada bankir, birokrat, apalagi politisi.
Ibarat tanaman tropis tidak dapat tumbuh baik di iklim dengan empat musim, manusia juga memiliki berbagai karakter sehingga tidak dapat disamaratakan.

. Pendidikan Nasional semakin menyimpan banyak persoalan dan sampai sekarang belum terselesaikan. Banyak kasus pendidikan yang sempat menjadi keprihatinan kita bersama, seperti kasus contek massal, kasus penggusuran sekolah-sekolah yang secara tidak langsung menjadi indikasi bagi keberlangsungan Pendidikan Nasional yang masih terseok-seok. Proses penyelenggaraan Pendidikan Nasional masih sering terbentur dengan berbagai kendala, baik dari segi kebijakan , sistem sosial dan kesadaran kita sendiri.

Kita bisa mengambil kesimpulan secara sederhana bahwa terdapat beberapa pokok persoalan dalam pendidikan kita, yaitu; pertama, problem kebijakan pemerintah yang tidak memiliki komitmen dalam menyelenggarakan pendidikan dan kedua; problem visi Pendidikan Nasional yang masih belum bisa berpihak pada rakyat jelata.

3.2  Landasan Ekonomi Pendidikan

Pada masa sekarang, bukan hanya orang-orang kaya yang memerlukan uang, tetapi orang tidak mampu pun memerlukan uang hanya  untuk mengisi perut dan sekedar tempat  berteduh di malam hari. Manusia pada umumnya tidak bisa lepas dari kebutuhan ekonomi, yang merupakan kebutuhan dasar manusia itu sendiri.

Dunia pendidikan sebagai tempat pembinaan, tidak memandang ekonomi sebagai pemeran utama seperti halnya dunia bisnis. Dengan ekonomi yang memadai,  dunia pendidikan akan berjalan dengan baik dan lancar. Pemerintah  memutuskan mengutamakan pembangunan ekonomi karena ekonomi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, dan juga agar tidak kalah bersaing dalam era globalisasi.

Akibat dari pembangunan ekonimi berpengaruh pula dalam bidang pendidikan,  diantaranya adalah terlaksananya sistem ganda dalam pendidikan. Sistem ini berlangsung antara sekolah dan pihak usahawan dalam proses belajar mengajar.

Selain itu juga muncul sekolah unggulan yang didirikan oleh orang-orang kaya atau konglomerat yang ada di Indonesia. Sehingga nantinya sekolah-sekolah swasta unggulan  akan lebih tinggi mutunya dari sekolah negeri.

Dalam dunia pendidikan, ekonomi berfungsi menunjang kelancaran proses belajar mengajar dan berfungsi sebagai materi pelajaran dalam masalah ekonomi kehidupan manusia.

Adapun kegunaan ekonomi dalam pendidikan antara lain:

  1. Untuk membeli keperluan  pendidikan yang tidak dapat dibuat sendiri atau bersama siswa, orang tua, masyarakat atau yang tidak bisa dipinjamkan dan ditemukan di lapangan, seperti:
    1. Prasarana
    2. Sarana
    3. Media
    4. Alat belajar/ peraga
    5. Barang habis pakai
    6. Materi Pelajaran
    7. Membiayai segala perlengkapan gedung, seperti air, listrik, telepon, televisi dan radio.
    8. Membayar  jasa segala kegiatan pendidikan seperti pertemuan-pertemuan, perayaan-perayaan, panitia-panitia, darmawisata pertemuan ilmiah dan sebagainya.
    9. Untuk materi pelajaran pendidikan ekonomi sderhana, agar bisa mengembangkan individu yang berperilaku ekonomi, seperti:
      1. Hidup hemat
      2. Bersikap efisien
      3. Memiliki keterampilan produktif
      4. Memiliki etos kerja
      5. Mengerti prinsip-prinsip ekonomi

5. Untuk memenuhi kebutuhann dasar dan  keamanan para personalia pendidikan.

E. Kesimpulan 

1.  Landasan pendidikan adalah seperangkat asumsi yang dijadikan titik tolak dalam rangka pelaksanaan  pendidikan.

2. Proses penyelenggaraan Pendidikan Nasional masih sering terbentur dengan berbagai kendala, baik dari segi kebijakan , sistem sosial dan kesadaran kita sendiri.

3. Pemerintah mengutamakan pembangunan ekonomi,  karena ekonomi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, dan juga agar tidak kalah bersaing dalam era globalisasi.

DAFTAR PUSTAKA

 

Mudyahardjo, Redja. 2001. Pengantar Pendidikan. Jakarta. Rajawali Pers.

Pidarta, Made. 2009. Landasan Kependidikan . Jakarta. Rineka Cipta.

http://www.scribd.com/doc/8617327/Landasan-Pendidikan

http://ide2-pendidikan.blogspot.com/2009/08/problematika-pendidikan-indonesia.html

http://www.indonesiaindonesia.com/f/14225-mengurai-akar-problematika-pendidikan-nasional/

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: